Berikut terlampir jawaban quiz 7
Nama : Evanendra Nur Wisnu Putra
NIM : 41419110188
Mahasiswa Universitas Mercu Buana
Dosen Automasi Industri Universitas Mercu Buana
Akhmad Wahyu Dani, ST, MT
untuk lebih lengkapnya bisa langsung mengunjungi google scholar beliau karena sudah banyak Artikel yang beliau buat mengenai Teknik Elektro.
https://scholar.google.co.id/citations?user=rtqVPLEAAAAJ&hl=id
Kampus Universitas Mercu Buana
Didirikan pada tanggal 22 Oktober 1985, kampus utama yang juga dinamakan Kampus A terletak di daerah Meruya, Jakarta Barat. Kampus lainnya, yaitu Kampus B, terletak di Menteng, Jakarta Pusat, Kampus C di Depok, Jawa Barat, serta Kampus D di Bekasi, Jawa Barat.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengenalan Universitas Mercu Buana bisa mengunjungi wikipedia indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Mercu_Buana_Jakarta
Nama : Evanendra Nur Wisnu Putra
NIM : 41419110188
Mahasiswa Universitas Mercu Buana
Dosen Automasi Industri Universitas Mercu Buana
Akhmad Wahyu Dani, ST, MT
untuk lebih lengkapnya bisa langsung mengunjungi google scholar beliau karena sudah banyak Artikel yang beliau buat mengenai Teknik Elektro.
https://scholar.google.co.id/citations?user=rtqVPLEAAAAJ&hl=id
Kampus Universitas Mercu Buana
Didirikan pada tanggal 22 Oktober 1985, kampus utama yang juga dinamakan Kampus A terletak di daerah Meruya, Jakarta Barat. Kampus lainnya, yaitu Kampus B, terletak di Menteng, Jakarta Pusat, Kampus C di Depok, Jawa Barat, serta Kampus D di Bekasi, Jawa Barat.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengenalan Universitas Mercu Buana bisa mengunjungi wikipedia indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Mercu_Buana_Jakarta
Jawaban:
1. Karakteristik
dasar otomasi industri 5W + 1H yaitu:
Ø Why à Meski berbeda dalam berbagai aplikasi,
tetapi struktur/arsitektur sistem kontrol yang dibangun hampir sama (mirip)
satu sama lain. Alasan dasar mengapa harus memakai
otomasi harus sangat kuat (disertai data pendukung), misal Pabrik A manual
menghasilkan 1 juta unit per tahun – Pabrik B otomatis modern menghasilkan 10
juta unit per tahun
Ø Whoà Otomasi dalam pembangkit listrik tidak dipakai dalam otomasi pabrik
pengolahan makanan karena perbedaan mendasar, peraturan, tradisi dan hubungan
dengan customer. Otomasi industri sangat melekat kepada
siapa perancangnya, pola pikir, pengalaman, dan partner kerja
Ø Whatà Setiap perancangan otomasi industri selalu dimulai dengan pemahaman
terhadap berjalannya proses yang sudah ada (berawal dari manual/konvensional). Pendefinisian kebutuhan otomasi industri tergantung pada obyek/produk yang
akan dihasilkan (output), berikut dengan variasi dan kebutuhan proses utama
berikut penunjangnya
Ø Whenà Perkembangan teknologi sangat terkait erat
dengan otomasi industri. Teknologi semakin cepat berkembang dan cepat menjadi
usang. Hari ini perusahaan kita paling canggih, besok.,belum tentu. Perancangan
otomasi industri harus juga mempertimbangkan prediksi perkembangan teknologi –
yang tidak cukup hanya dengan memakai/membeli peralatan terkini &
tercanggih
Ø Whereà Otomasi juga perlu mempertimbangkan
kondisi setempat. Secara sederhana, di negara berkembang mungkin teknologi 5
tahun lalu di negara maju masih dianggap baru/tidak ada tandingannya. Belum
tentu juga, teknologi terbaru dari negara maju langsung dapat diadaptasi oleh
kondisi lokal/setempat. Termasuk masalah keunikan dari material bahan baku
Ø Howà Setiap perancangan otomasi industri harus
didasarkan oleh tujuan menjawab Why dan bukan agar bisa mengadopsi/menerapkan
teknologi terkini “latah teknologi” Otomasi dapat dilakukan dengan mengganti
sebagian peralatan manual dengan peralatan otomatis, atau bahkan hanya dengan
membeli sebuah peralatan untuk fungsi integrasi saja. Otomasi tidak selalu
harus mengganti segalanya (at any instant time) pada suatu saat tertentu tetapi
bisa dilakukan secara bertahap
2. Jelaskan
input output pada plc, relay, timer dan counter yaitu:
- Ø Input / Output
Unit input/output merupakan perantara
antara mikroelektrik PLC dengan dunia luar. Oleh karena itu diperlukan suatu
rangkaian pengkondisian sinyal dan isolasi. Hal ini memungkinkan PLC untuk
dihubungkan langsung pada actuator proses dan tranduser tanpa memerlukan
circuit perantara. Untuk membuat pengkonversian sinyal dari PLC tersedia
pilihan input/output unit untuk berbagai keperluan. Ini merupakan bentuk
standar dari berbagai saluran I/O yang diisolasi secara elektris dari proses
kontrol menggunakan opto isolator I/O modul. Pada semua PLC yang I/O
poinnya diletakkan pada suatu tempat, semua input dari suatu type dan uotputnya
sama. Ini karena supply dari pembuatannya adalah untuk fungsi standar dengan
tujuan yang lebih ekonomis. Dalam banyak kasus, unit I/o ini didesain dengan
tujuan untuk memudahkan hubungan proses antara tranduser dengan actuator ke
PLC. Untuk tujuan ini semua PLC dibuat dengan terminal standar atau soket pada
tiap – tiap I/O poin, memudahkan dan menyederhanakan palepasan serta penggantian
I/O card yang error. Masing – masing I/O poin mempunyai addres tersendiri atau
nomor saluran yang digunakan selama pengembangan program untuk menentukan
pengawasan input atau output dalam program. Indikasi kondisi dari saluran I/O
dilakukan dengan LED dalam PLC. Dengan adanya led dalam I/O unit ini membuatnya
mudah dalam pegawasan I/O PLC.
- Ø Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang
dioperasikan dengan tenaga listrik dan merupakan komponen Elektromekanikal
(kombinasi elektrik dan mekanik) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil/lilitan magnet) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Sebuah relay minimal memiliki 1 pasang Kontak NO (Normally
Open) dan Kontak NC (Normally Close). Dalam kondisi coil tidak diberi tegangan,
kontak NO masih terbuka sedangkan kontak NC masih tertutup, namun begitu coil
diberi tegangan, coil segera membangkitkan medan elektromagnetik yang
menyebabkan kontak NO menutup dan kontak NC terbuka. Perubahan kondisi kontak
NO dan NC ini yang digunakan untuk mengatur logika kerja sistem. Gambar di
bawah adalah konstruksi sebuah relay dan salah satu contoh jenis relay PLC
Omron.
- Ø Timer
Timer sebenarnya memiliki konstruksi dan
prinsip kerja yang mirip dengan relay. Dimana Timer memiliki coil dan juga
kontak. Satu satunya perbedaan mendasar antara Relay dengan Timer adalah adanya
sistem penunda Timer, sehingga coil tidak segera mengaktifkan medan elektro
magnetik melainkan menunggu hingga jeda waktu yang diatur telah tercapai. Timer
memiliki pengaturan jeda berapa lama waktu tunda sejak timer diberi tegangan
hingga coil aktif. Gambar di bawah adalah konstruksi sebuah timer dan salah
satu contoh jenis timer Omron.
- Ø Counter
Counter pada dasarnya pun serupa denga
relay, yang membuat Counter lebih spesial dari pada relay adalah kemampuan
untuk mengolah signal detak pulsa. Jika Timer memiliki pengaturan waktu jeda,
maka Counter memiliki pengaturan jumlah detak pulsa yang harus diberikan
padanya hingga coil pada Counter akan aktif. Gambar di bawah adalah salah satu
contoh jenis Produk Counter Omron.
3. Starting motor ada 3 jenis dol starter, star
delta dan soft starter, jelaskan masing masing starting motor, gambarkan wiring
diagram untuk dol starter dan star delta.
- Ø DOL (Direct On Line)
Pada umumnya motor listrik tegangan rendah
dengan kapasitas kecil <10kW rangkaian dayanya di hubungkan secara DOL
(Direct On Line). DOL adalah tipe rangkaian motor listrik ini bisa langsung di
hubungkan dari Fuse/MCB/ELCB sebagai pengaman beban listrik dengan stop kontak
listrik ataupun sakelar sebagai pemutus tegangan kemudian di rangkai ke motor
listrik. Saat bertegangan/berenergi, terminal motor starter langsung terhubung
on line (DOL) ke catu daya.
Berikut ini adalah contoh rangkaian yang sering
di gunakan pada rumah tangga. Rangkaian ini bisa diterapkan pada beban listrik
seperti pada pompa air.

Seperti halnya pada motor listrik 1 phase,
motor listrik 3 phase tipe DOL juga sama rangkaiannya. Perbedaan sedikit
terdapat tambahan dengan adanya kontaktor. Tujuan adanya kontaktor ini adalah
mencegah adanya percikan listrik saat kedua plat saklar bertemu. Selain itu
tidak semua sakelar memiliki daya hantar sebesar daya hantar pada kontaktor.
Berikut ini adalah contoh rangkaian yang
sering di gunakan pada rumah tangga atapun industry kecil. Rangkaian ini bisa
diterapkan pada beban listrik seperti pada mesin pengadon roti, dll.

- Ø Star-Delta
Pada motor dengan kemampuan daya sedang
sebaiknya menggunakan rangkaian Auto Star-Delta. Rangkaian Auto Star-Delta
adalah rangkaian listrik reduced-voltage, dimana rangkaian star-delta
menghubungkan motor ke catu daya melalui perangkat pengurangan voltase dan
meningkatkan tegangan yang diterapkan secara bertahap atau dalam beberapa
langkah. Pada rangkaian Auto Star-Delta akan terdapat beberapa kombinasi
rangkaian listrik kontaktor, timer, sakelar, Fuse, MCB. Rangkaian Auto
Star-Delta di gunakan pada system listrik 3 phase.

- Ø Soft Starter
Prinsip dasar Soft Starter adalah mirip
dengan rangkaian Auto Star-Delta, yaitu mengurangi tegangan awal yang tinggi.
Pada rangkaian soft starter, motor listrik yang di kendalikan memiliki
kemampuan/daya sedang hingga tinggi. Berikut dibawah ini gambar Wiring Diagram
DOL Starter:

- Ø Prinsip Kerja Rangkaian DOL (Direct On Line):
b) Karena prinsip kerja Push Button (Tombol) ON pada saat
dilepas akan kembali terputus, maka ditambahkan rangkaian “Pengunci”.
c) “Pengunci” berfungsi untuk mengalirkan sumber tegangan dari
MCB melewati rangkaian Push Button “OFF” menuju langsung ke terminal
bantu NO (Normally Open) pada Magnetic contactor dan selanjutnya terminal
tersebut dihubungkan menuju Coil.
d) Saat Push Button “On” ditekan tegangan dari Push Button
“On” akan mengalir ke coil, dan magnetic contactor pun bekerja, saat magnetic
contactor bekerja, terminal bantu NO pada Magnetic contactor tersebut
akan terhubung dan juga mengalirkan sumber tegangan dari Push Button “Off”
menuju coil.
e) Karena sumber tegangan dari pengunci sudah dialirkan menuju
coil, pada saat Push Button “ON” dilepas, magnetic contactor tetap bekerja
karena masih mendapatkan sumber tegangan dari Push Button “Off”.
f) Kemudian pada saat Push Button “Off” ditekan , Sumber
tegangan yang melewati terminal bantu “NO” (pengunci) akan terputus , dan
Magnetic contactor pun akan berhenti beroperasi dan memutuskan rangkaian utama.
Ø Wiring Diagram
Start Delta

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa
wiring star delta menggunakan 3 buah kontaktor utama yang terdiri dari K1
(input utama) K2 (hubung star) dan K3 (hubung delta). Dan semua itu disebut
juga Rangkaian
Utama, yang pemahaman dasarnya telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pada
gambar, ketika K1 dan K2 aktif atau berubah menjadi NC maka hubungan yang
terjadi pada motor menjadi hubung star, dan ketika K2 menjadi NO maka K3 pada
saat yang bersamaan menjadi NC. Dan perubahan ini menyebabkan rangkaian
pada motor menjadi hubung delta.
Membuat K1, K2 dan K3 bekerja secara otomatis merubah hubung
motor menjadi star delta. Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar diatas adalah gambar wiring diagram star delta yang
merupakan perpaduan antara interlock
kontaktor dan fungsi NO dan NC dari timer.
Perhatikan sekali lagi gambar di bawah ini, yang merupakan penjelasan dari
gambar diatas.

gambar penjelasan
wiring diagram star delta
Pada kotak yang
berwarna pink adalah wiring diagram dari interlock kontaktor,
dan kotak yang berwarna hijau adalah kerja dan fungsi dari NO dan NC
pada timer. Ketika tombol ON ditekan maka K1 akan bekerja, begitu
juga T dan K2 (hubung star). Dalam hal ini K2 akan langsung bekerja karena
terhubung pada NC dari T, disaat bersamaan T akan bekerja dan menghitung satuan
waktu yang telah ditetapkan sebelumnya (± 3~8 detik, tergantung besar kecilnya
arus asut dari motor induksi yang digunakan). Dimana setelah habis ketapan
waktunya maka NCnya akan berubah menjadi NO begitu juga sebaliknya. Perubahan
inilah yang dimanfaatkan untuk menghidupkan K3 (hubung delta). Dan wiring
diagram tersebut dikenal juga sebagai Rangkaian
Pengendali.
Sebagai finalisasi
wiring diagram rangkaian star delta ini, maka saya tambahkan NC pada
K2 dan K3 yang saling bertautan pada masing masing kontaktornya. Arus listrik
akan mengalir terlebih dahulu pada NC K3 sebelum masuk koil K2, begitu juga
sebaliknya. Hal ini semata-mata untuk menghindari terjadinya kedua kontaktor
itu bekerja secara bersamaan bila terjadi hubung singkat, yang bisa menyebabkan
kerusakan pada Rangkaian Utamanya.
4. Program
Bel Quiz
Tabel Pengalamatan
I/O Bel Quiz
Diagram Ladder Bel Quiz


Penjelasan Program
Dalam sistem
ini terdapat 3 buah input tombol dan 1 buah output buzzer. Ketika salah satu
dari ketiga tombol yang paling cepat ditekan maka 2 tombol yang lain tidak akan
berfungsi, karena menggunakan sistem interlock sehingga ketika salah 1 dari
tombol ditekan dua tombol yang lain tidak bisa diaktifkan karena adanya kontak
normali close dari tombol yang aktif. Ketika tombol sudah ditekan maka akan
mengaktifkan buzzer dengan bunyi bib 1 kali sehingga kontak W10.00, W10.01 dan
W10.02 diberikan differntial up yang akan menyala, hanya memberikan 1 kali
trigger. Kemudain mengaktifkan timer 1 selama 1 detik, ketika timer 1 sudah
aktif maka akan mengaktifkan buzzer dan mengaktifakan timer 2 selama 0.2 detik,
buzzer diaktifkan menggunakan kontak timer 1 yang diberikan differential up
karena hanya 1 kali trigger. Timer 2 mengaktifkan buzzer dan timer 3
selama 5 detik, ketika timer sudah aktif akan memutus laching dari buzzer dan
sistem akan mereset untuk kembali ke keadaan awal.
Link Video youtube : https://youtu.be/UhRFGt_CKZk
5. Program penyalaan lampu menyala bergantian
Tabel Pengalamatan I/O 8 Lampu menyala bergantian
Diagram Ladder 8 Lampu menyala bergantian
Penjelasan Program:
Sistem kerja 8 lampu menyala bergantian terdapat 1 buah input
tombol dan 8 buah output lampu. Dimulai dari penekanan tombol. Ketika tombol
ditekan maka akan mengaktifkan output 100.00 (Lampu 1), kontak 100.00 akan
terus menyala dan mengaktifkan timer 1 (000), ketika timer sudah aktif maka
timer 1 akan memutus laching dari output 100.00 (lampu 1) dan mengaktifkan
output 100.01 (lampu 2), kontak 100.01 akan mengaktifkan timer 2 (001). Ketika
timer aktif maka akan memutus laching dari 100.01 dan mengaktifkan output
100.02 (lampu 3). Begitu seterusnya sampai dengan output 100.07 (lampu 8),
kontak 100.07 akan mengaktifkan timer 8 (007), ketika timer sudah aktif akan
memutus laching dari output 100.07 dan mengaktifkan kembali output 100.00
(Lampu 1). Sistem akan berhenti ketika tombol tidak tertekan.
Link Video youtube: https://youtu.be/r_qE-Rn3DbU
Link Video youtube: https://youtu.be/r_qE-Rn3DbU
Comments
Post a Comment